SURAT YASIN BANTAHAN PADA ORANG KAFIR
Alhamdulillah, setelah liburan panjang puasa ramadhan, kali ini ta'lim kitab Tafsir Yasin yang ditulis Syekh Hamami Dadah kembali dibuka oleh Ustadz. Rohmatullah Asmuni yang bertempat di Al-Majelis al-Wathiyah Seroja Bekasi Utara, kediaman al-Mukarram Ustadz. H. Najihan.
Ta'lim pekanan malam Jumat ini seperti biasanya diisi dengan pembacaan Yasin dan tahlil. Baru setelahnya langsung diisi kajian kitab Tafsir Yasin Hamami yang sebelumnya ngaji kitab Hadis.
Dalam pengajian atau ta'lim kali ini mengurai tafsir Yasin ayat pertama sampai ayat ke tiga.
Kata ulama tafsirnya Yasin kalau mengacu pada tafsir Jalain, disebutkan الله اعلم بمراده (Alloh Maha Mengetahui apa yang dimaksud. Tetapi dalam catatan pinggir kitab Yasin Hamami ulama berbeda-beda pandangan, ada yang menafsirkan Yasin adalah nama surat Al-Qur'an, ada yang menafsirkan nama Nabi kita, Sayyidina Muhammad shallallahu alaihi wasallam.
Kemudian ayat kedua, Allah subhanahu wata'ala ingin menjelaskan dengan lebih serius menggunakan sumpahnya, yaitu demi Al-Qur'an yang bijaksana. Kata ulama, makud al-Hakiim bermakna bahwa Allah memberikan kebijaksanaannya dengan menjelaskan lewat Al-Quran yang dihalalkan, dan yang diharamkannya.
Kemudian ayat ketiga, menjawab tuduhan orang-orang kafir yang mengejek Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam dengan mengatakan bahwa Nabi kita Muhammad shallallahu alaihi wasallam dikatakan bukan seorang Nabi dan bukan seorang Rasul, lantaran menurut logika mereka (orang kafir) bahwa Nabi hanya anak yatim yang diasuh Abi Thalib, yang tidak pernah pergi ke tempat belajar, tidak pernah belajar ilmu pada seorang guru. Maka kemudian, Alloh subhanahu wata'ala membantahnya dengan mengatakan tegas dan kuat إنك لمن المرسلين
Sesungguhnya dirimu Muhammad adalah betul-betul tergolong para rasul.
Bahkan Syekh Hamami Zadah menjelaskan, bahwa Alloh subhanahu wata'ala memberikan penegasan pada Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam, jikalau mereka (orang kafir) tetap di dalam keingkaranya, menolak akan risalah kenabian dan kerasulannya Sayyidina Muhammad shallallahu alaihi wasallam agar senantiasa Nabi Muhammad jangan sampai prihatin, sebab Alloh sendiri yang menyaksikan dengan kalamnya: أنا أشهد أنك لمن المرسلين saya sendiri yang bersaksi bahwa engkau adalah sungguh benar-benar tergolong rasul (urusan Allah).
Kemudian penafsirnya menjelaskan pada kita, karean surat Yasin ini memberikan petunjuk dan kesaksian atas risalah kenabian dan kerasulan Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam, dengan demikian surat yasin menjadi qolbu (hatinya) Al-Qur'an. Di mana kata Nabi Muhamad shallallahu alaihi wasallam:
إن لكل شيء قلبا وقلب القرأن يس
Yang artinya: Sesungguhnya pada setiap sesuatu ada hatinya, dan hatinya Al-Quran adalah Yasin. Dan barangsiapa yang membacanya (satu kali) sama seperti membaca Al-Quran sepuluh kali. Bahkan dijelaskan dalam tafsir yasin ini, bahwasanya Allah subhanahu wata'ala jauh-juah dua ribuan tahun sebelum menciptakan langit dan bumi telah membaca Yasin dan Toha.
Demikian apa yang bisa alfaqir tulis, kurang lebihnya mohon maaf.
Seroja Bekasi Utara, jumat: 06, Dzul Qo'dah 1447 H/23/04/2026.
Rohmatullah Asmuni, Murid Tijani.
Komentar