Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2016

Ekonomi Islam Vs Ekonomi Kapitalis

Gambar
Dalam ekonomi kapitalis bahwa barang dan produksi apapun selagi ada value (nilai) yang bisa ditawarkan dan diminati sebagian orang maka hal demikian tidak bermasalah untuk disebarluaskan. Sebab dalam ekonomi kapitals-sekuler seperti yang dianut oleh Kemendagri sekarang yang mencabut UU Miras yang terpenting kapital/modal kembali kepada Negara tanpa melihat sisi negatif yang tidak bisa dihindarkan berupa terjadinya hilangnya akal sehat, mabuk dan segala bentuk kriminal semuanya bermuara dari minuman keras. 

MISTIK DALAM EKONOMI

Gambar
  Kata seorang kawan bercerita setengah tidak percaya: ada seorang yang berjualan, buka toko kecil-kecilan. Meski warungnya kecil dalam logika, namun dapat membeli mobil, rumah mewah dan segala kebutuhannya dapat terealisasikan dengan baik. Ada yang bergumam, katanya pakek mistik (penglarisan dan semacamnya). Wallahu a’lam atas kebenarannya. Kita sebagai manusia biasa tidak boleh bahkan haram menuduh orang lain, bukankah lebih baik kita berhusnu dzan (berprasangka baik) saja, sebab kalau kita berbicara hakikat, kalau Allah berkehendak memberikan kekayaan kepada hambanya tanpa jerih payah tidak ada seorangpun yang mampu membendung dan mencegahnya. Apalagi Allah mahakuasa atas segalanya. Allah memiliki kekuasan berupa kun fayakun.