Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2015

KERINDUANKU KEPADAMU GURU

Gambar
Selama satu Tahun aku menemaninya, menemani berdakwah bersamanya di salah satu masjid di Bogor, Masjid dekat stasiun kreta api Bogor. Dari kampus STEI Tazkia yang berada di Dramaga, setiap hari senin jam sembilan Syeikh Ramadhan al-Mishri berangkat berdakwah di masjid deket stasiun dengan menaiki mobil angkot jurusan laladon, kemudian naik mobil nomer 4 jurusan stasiun kreta api penuh dengan kesabaran.

RIHLAH KH IDRUS RAMLI : ASWAJA, SYIAH DAN WAHABI, BISAKAH BERSATU?

Gambar
Tanggal 22-02-2015 M Majelis Az-Zikra mengadakan Tabligh Akbar Mengokohkan Ahlus Sunnah Waljama'ah (ASWAJA). Banyak tokoh yang diundang dan menjadi pembicara mengisi tabligh akbar tersebut. KH Muhammad Idrus Ramli, Kiai Muda NU (Nahdhatul Ulama) yang dari Jawa Timur juga ikut menjadi pembicara. Beliau membahas tuntas syiah dengan pembahasan yang mampu dicerna oleh audiens yang hadir. Beliau juga sering berdebat ilmiyah dengan orang-orang syiah, baik d i manado, medan, jember, dan johor Malaysia dengan argumen-argumen yang valid, ilmiyah dan tidak pernah mendistorsi kutipan-kutipan pendapat mengenai Syiah. 

MAHASISWA INGIN DAPAT UANG?

Gambar
Ada banyak kesempatan untuk menulis di media sebagai salah satu ajang aktualisasi dan apresiasi di dunia menulis. Hampir semua media menyediakan rubrik untuk public. Yang paling umum adalah rubric opini (bisa dengan nama lain untuk sejumlah media), cerpen, puisi dan sebagainya.

ANAK KAMPUNG, TAK USAH GENGSI DONG

Gambar
Bagiku, mengakui identitas diri bukanlah suatu kerendahan dan kehinaan, melainkan suatu kehormatan dan berbangga dengan identitas dirinya bukan untuk kesombongan. Sebab, banyak di antara kita yang masih meremehkan dan menganggap hina identitas dirinya, hanya karena identitasnya lahir dari perkampungan yang bagi anggapan mereka kolot dan tidak maju, terkesan kampungan, tidak gaul. Padahal, justru kita yang berlagak sok kota, sok gaul, dan sok-sok yang lain dengan menyembunyikan identitasnya adalah merupakan pengejut, tidak bangga dengan tanah kelahirannya sendiri, ironis.