CATATAN BURDAHAN KELILING


Burdahan, dipilih nama itu agar senantiasa khas keindonesiaannya tidak hilang kata wakil pengurus burdahan, Ustadz. Hawari. 

Burdahan ini asal muasalnya berjalan atas ikhtiar dan inisiatif saudara Abdul Hadi Ali Zaen yang ingin agar teman-teman terdekat beliau yang ada di sekitar bekasi dapat berkumpul sebulan sekali guna membaca sholawat burdah ini yang ditulis oleh al-Imam Muhammad al-Bushiri. 

Dilalahnya, sambutan antusias teman-teman begitu positif dan berjalanlah pertama kali di kediaman beliau padah tahun yang lalu dengan sekitar 6 sampai sepuluh orang. Dan angka kehadiran ini bisa dianggap luar biasa, mengingat kesibukan kita dengan aktivitas masing-masing seharian, masih bisa menyempatkan diri hadir guna bersholawat lewat untain burdahan ini. Kemudian agar niat baik bersama ini tetap berjalan, dibuat kepengurusan. Terpilih saya Rohmatullah Asmuni sebagai ketua, wakilnya Ustadz. Hawari dan sekretaris Ali Wafa. 

Ternyata sudah satu tahun berjalan dengan khidmah. Malam tadi, malam Ahad merupakan malam perdana burdahan di tahun 2026 M setelah tawaquf ramadhan yang lalu. 

Seperti biasanya, burdahan diisi juga dengan kajian syarahnya, agar pembaca dan pendengar dapat mengambil pelajaran dari isi burdahan itu sendiri. Tadi malam, kita bahas sebagai berikut:
Manakala akal dan nafsu bertentangan, maka lawanlah nafsu tersebut, begitu juga ketika akal dan setan berlawanan, lawanlah setan tersebut, karena setan dan nafsu akan menggiring pada keburukkan, sementara akal mengajak pada kebaikan. 

وخالف النفس والشيطان واعصهما
وإن هما محضاك النصح فاتهم

Lawanlan hawa nafsu dan setan durhaka, dan awasilah keduanya.... 
Jika mereka tulus menasehati, maka engkau harus mencurigainya. 

Sekian...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

𝘼𝘿𝘼𝘽 𝙆𝙀𝙋𝘼𝘿𝘼 𝘼𝘽𝙉𝘼'𝙐𝙎 𝙎𝙔𝘼𝙄𝙆𝙃 𝙎𝘼𝙔𝙔𝙄𝘿 𝘼𝙃𝙈𝘼𝘿 𝘼𝙏-𝙏𝙄𝙅𝘼𝙉𝙄

SEPOTONG ROTI DAN EKSEKUSI MATI