SEPOTONG ROTI DAN EKSEKUSI MATI

Mungkin bagi kita sudah familiar dengan sabda Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam yang berupa:
اتقوا النار ولو بشق تمرة، فإن لم تجدوا فبكلمة طيبة
Buatlah perlindungan, penghalang antara kamu dan neraka dengan saparuh kurma, bilamana tidak menemukan, maka dengan kalimat yang baik (ungkapan bahasa yang baik). 

Perlindungan, penghalang dari apa neraka itu bisa dengan berderma, bersedekah, memberi, dan dengan segala amal kebaikan, meski dengan bersedekah separuh kurma bukan satu kurma, karena boleh jadi hal itu dapat mengatasi kebutuhan hajat manusia, maka janganlah sedikitpun meremehkan sedekah separuh kurma itu. Dan manakala, belum menemukan separuh kurma yang ingin kita dermakan pada orang lain, bahkan tidak menemukan yang lebih kecil dari itu yang tak bernilaipun, kita masih ada peluang untuk menutup diri kita, menjaga diri kita dari sengatan api neraka dengan berucap yang baik, dengan kalimat-kalimat baik yang kita gemakan. Menurut Syekh Yusuf bin Ibrahim Baqowi at-Tijani yang dimaksud dengan melontarkan kalimat toyyibah itu bisa dengan kalimat indah yang dapat menyenangkan hati manusia atau hati orang yang lagi meminta-minta, dengan cara melembutkan kalimat, kata-kata, ucapan, dan perilaku, karena hal tersebut menjadi sebab keselamatan dari marabahaya api neraka.

Ada kisah menarik yang diriwayatkan oleh Ummil Mukminin, Sayyidatuna Aisyah Radhiyallahu Anha, bahwasannya beliau pernah membeli pelayan perempuan, tiba-tiba Jibril datang dan berkata: Wahai Muhammad, keluarkan pelayan perempuan itu dari rumahmu, karena dia adalah penghuni neraka, maka Sayyidah Aisyah mengeluarkan pelayan perempuan itu dari rumahnya, diberilah dia beberapa kurma, kemudian kurma itu dimakan separuhnya, dan separuh yang lain ia dermakan pada orang fakir yang ia lihat di perjalanannya, lalu Jibril datang lagi dan berkata: Wahai Muhammad, sesungguhnya Alloh subhanahu wataala memerintahkanmu untuk mengembalikan lagi pelayan perempuan itu, karena Alloh subhanahu wataala telah memerdekakan (menyelematkan) dia dari api neraka sebab separuh roti yang ia sedekahkan.

Bahkan kedahsyatan dari sedekah itu, diceritakan oleh Ibnu Arobi. Konon, ada salah satu dari gurunya yang dilaporkan kepada seorang raja, terkait hal yang membahayakan pada posisi salah satu gurunya itu. Kemudian raja itu mengadakan pertemuan dengan masyarakat. Manakala masyarakat sepakat memberikan hukuman mati pada gurunya itu, pasti guru tersebut akan terbunuh, kemudian dikumpullah masyarakat itu dan didatangkanlah seorang guru tadi agar dapat disaksikan oleh masyarakat yang hadir, namun apa yang terjadi?. Ternyata, tak seorangpun yang mampu menyaksikan, melihat guru tersebut. Ajaib. Kemudian, kejadian itu, ditanyakan oleh salah satu muridnya pada guru yang bersangkutan atas kejadian aneh yang dialaminya, lalu guru itu menjelaskan: Aku teringat pedihnya api neraka, dan aku menilai bahwa api itu lebih dahsyat kemarahannya dibandingkan marahnya masyarakat, dan akupun teringat separuh roti yang lebih besar ukurannya daripada separuh kurma, lalu aku ingin menutup kemarahan masyarakat dengan bersedekah separuh roti di dalam perjalananku, lalu aku membuat penghalang yang lebih sedikit dari neraka dengan yang lebih banyak daripada separuh kurma.

Kesimpulan, dalam hadis diatas memberikan motivasi pada kita untuk bersedekah, meski dengan barang yang sedikit, karena sedikit dari barang yang disedekahkan dapat menutupi yang bersedekah dari panasnya api neraka.


Abi Sahla 489.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

𝘼𝘿𝘼𝘽 𝙆𝙀𝙋𝘼𝘿𝘼 𝘼𝘽𝙉𝘼'𝙐𝙎 𝙎𝙔𝘼𝙄𝙆𝙃 𝙎𝘼𝙔𝙔𝙄𝘿 𝘼𝙃𝙈𝘼𝘿 𝘼𝙏-𝙏𝙄𝙅𝘼𝙉𝙄

CATATAN BURDAHAN KELILING