Menyantri Pada Guru al-Rabbani

Di hari ini, Alhamdulillah kita ditakdirkan menjadi santri, berguru pada guru-guru yang memiliki sanad keilmuan yang terkoneksi sampai pada baginda Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam. Sehingga kita bisa beribadah, berzikir, berkhalwat dan bermuamalah sosial dengan masyarakat dengan tuntunan para guru. Walhamdulillah. 

Dalam kesempatan ini, akan kami tulis sedikit cuplikan dari Syekh Sidi Ahmad bin Muhammad al-Hafidz at-Tijani dalam memberikan kata komentarnya tentang kitab yang ditulis oleh Ayahandanya,  رد أكاذيب المفترين
Syekh Sidi Muhammad al-Hafidz at-Tijani menulis: Bahwa ibadah memiliki atsar, bekas, pengaruh -yang tidak pernah diingkari siapapun- dalam membeningkan hati dan membersihkannya. Alloh Subhanahu wataala bersabda:  قد أفلح من زكاها beribadah bukan untuk sesuatu apapun, kecuali sebagai bentuk ketaatan pada Alloh dan Rasul-Nya. 

Para guru itu, bahkan dalam salah satu hadiatnya, Nabi kita, Sayyidina Muhammad shallallahu alaihi wasallam bersabda هم القوم لايشقي بهم جليسهم

Para guru merekah sekelompok kaum yang dengannya orang-orang yang duduk bersamanya,tidak pernah celaka. 

Bagi beruntung bagi setiap kita yang dapat bersuhbah dengan orang-orang pilihan itu. Semoga. 

Bekasi: 22-10-2025.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

𝘼𝘿𝘼𝘽 𝙆𝙀𝙋𝘼𝘿𝘼 𝘼𝘽𝙉𝘼'𝙐𝙎 𝙎𝙔𝘼𝙄𝙆𝙃 𝙎𝘼𝙔𝙔𝙄𝘿 𝘼𝙃𝙈𝘼𝘿 𝘼𝙏-𝙏𝙄𝙅𝘼𝙉𝙄

SEPOTONG ROTI DAN EKSEKUSI MATI

CATATAN BURDAHAN KELILING