CELOTEH SANG PUJANGGA


Dalam sunyi ku masih menyayangimu, meski sayangku tak seindah sayang rembulan pada malam yang menjadikannya bahagia bersinar terang. Aku hanya bisa melangkah sejengkal mempertahankan, namun ku tak bisa lari mengejar. Malam telah kembali ke peraduannya. Dan siang menggantikan posisinya.
Aku hanya setangkai harapan di samudera kepastian Sang Pemilik hati ini, Tuhanku. Aku hanya punya asa, jika nanti takdir mempertemukan akan ku jaga hati ini untukmu. Namun, jika takdir memisahkan, biarlah perpisahan tersenyum meski hati merintih. Dan aku hanya berharap semoga kau mendapatkan kekasih yang lebih baik dariku, dapat menjaga kehormatanmu dan membimbngmu pada kemilau cahaya kebaikan yang bersinar kemerlap. 

Aku akan rela melepaskan kepahitan ini, jika nanti kau memperoleh pendampng setia menjaga kebaikanmu. Meski sebenarnya ada secercah harap yang merasuk dalam hati. Tetapi aku sadar, semuanya adalah di tangan dan merupakan skenario Tuhan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

𝘼𝘿𝘼𝘽 𝙆𝙀𝙋𝘼𝘿𝘼 𝘼𝘽𝙉𝘼'𝙐𝙎 𝙎𝙔𝘼𝙄𝙆𝙃 𝙎𝘼𝙔𝙔𝙄𝘿 𝘼𝙃𝙈𝘼𝘿 𝘼𝙏-𝙏𝙄𝙅𝘼𝙉𝙄

SEPOTONG ROTI DAN EKSEKUSI MATI

CATATAN BURDAHAN KELILING