( KAU YANG DIRAHASIAKAN TUHAN UNTUKKU)


Malam ini, ku duduk seorang diri bersandar kursi.
Di temani secangkir kopi yang tak panas lagi.
Maaf, bukannya aku tak bisa menghadirkanmu dalam bayangan indah yang ku lukis.
Tapi, aku sadar diri, kau yang ku nanti masih dalam rahasia Ilahi.

Aku tak bisa menebak kau yang dirahasiakan Tuhan.
Tapi aku hanya bisa berusaha dan berdo’a kau yang dirahasiakan Tuhan adalah bidadari sejukkan hati.

Kau yang masih dirahasiakan Tuhan untukku.
Tak usahlah kau menyesaliku yang bukan bintang menghiasi cakrawala hatimu.
Ya, selagi lagi, aku bukan bintang, tetapi aku akan menghiasi harimu dengan ajaran Tuhan.
Agar kelak kita tetap bersatu bersama seperti kita bersatu di dunia fana ini.

Kau yang masih dirahasiakan Tuhan untukku.
Pintaku, cintailah aku sepenuh hati bukan karena apa dan mengapa.
Cintailah aku karena kau cinta pada Tuhanmu, Allah Rabbul ‘Aalamiin.

(Bogor, kamis 16, oktober, 2014 H, 23: 10)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

𝘼𝘿𝘼𝘽 𝙆𝙀𝙋𝘼𝘿𝘼 𝘼𝘽𝙉𝘼'𝙐𝙎 𝙎𝙔𝘼𝙄𝙆𝙃 𝙎𝘼𝙔𝙔𝙄𝘿 𝘼𝙃𝙈𝘼𝘿 𝘼𝙏-𝙏𝙄𝙅𝘼𝙉𝙄

SEPOTONG ROTI DAN EKSEKUSI MATI

CATATAN BURDAHAN KELILING