Postingan

KRITIK ATAS KESALAHAN PEMBAGIAN ZAKAT DI KALANGAN MASYARAKAT

Gambar
Sumber foto: https://www.republika.co.id Oleh: Rohmatullah Adny Asymuni Sudah mafhum menurut ijma’ (konsensus) ulama bahwa zakat adalah merupakan salah satu rukun Islam (Syaikh Muhammad bin Abdurrahman al-Damisqiy, Rahmatul Ummah Fi Ikhtilafil Aimmah , Al-Haramain, tt, halaman: 74) yang wajib ditunaikan oleh umat Islam. Sehingga orang yang tidak mau mengeluarkan zakat dan orang yang mencegah pembayaran zakat tergolong melakukan dosa besar. Bahkan kewajiban zakat adalah ajaran agama Allah yang diketahui secara jelas dan pasti. Karena itu, siapa yang mengingkari kewajiban ini, sesungguhnya ia telah mendustakan Allah dan mendustakan Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam , sehingga ia dihukumi kufur.” (Muhyiddin an-Nawawi, al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab , Mesir, al-Muniriyah, cetakankedua, 2003, jilid V, halaman: 331).

PERAN ZAKAT PRODUKTIF DALAM MENGENTASKAN KEMISKINAN & MENCIPTAKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT

Gambar
Sumber foto: https://www.republika.co.id Oleh: Rohmatullah Adny Asymuni Tanpa kita pungkiri, angka kemiskinan di Indonesia terbilang tidak sedikit. Hal Ini mengindekasikan bahwa Negara kita masih belum cakap dalam menyejahterakan rakyatnya. Padahal Negara mempunyai kewajiban penuh untuk menyejahterakan rakyatnya agar hidup sakinah mawaddah warahmah, tentram, aman dan damai. Suatu Negara akan dibilang sejahtera bilamana angka pengangguran minim. Sebab semakin sedikit kuantitas angka pengangguran suatu Negara, maka semakin tinggi kesejahteraan suatu Negara bagi penduduknya. Tetapi nyatanya, Negara kita belum mampu memberikan kesejahteraan merata pada rakyatnya, masih banyak anak-anak bangsa yang dijumpai dipinggiran jalan meminta-minta yang seharusnya mereka dapat merasakan indahnya belajar ilmu, masih banyak orang-orang tua yang melintasi pinggiran jalan menengadahkan tangannya untuk mendapatkan pemberian rupiah yang seharusnya bergembira ria mengasuh dan bersama anak-anaknya, d...

Ketika Seks Di Luar Nikah Dikatakan Bukan Zina

Oleh: Rohmatullah Adny Asymuni Islam yang dibawa oleh Baginda Nabi Muhammad shollallahu alaihi wasallam puncaknya adalah pasrah dan patuh pada Allah Subhanahu wata’ala dengan menjalankan apa yang telah Nabi Muhammad sampaikan pada umatnya dan dengan mengikuti apa yang Allah perintah dan menjauhi apa yang Allah larang.  Ajaran Islam sangat memerhatikan pada aspek maqashid syariah, yaitu tujuan syariah yang lima: menjaga diin (agama), jiwa, akal, kehormatan (keturunan), dan harta. Dengan datangnya ajaran Islam yang memerhatikan maqashid syariah berupa diin (agama) yang terkandung di dalamnya kumpulan akidah, ibadah, hukum, dan qonon (undang-undang) yang telah Allah syariatkan untuk keberlangsungan dan keteraturan hubungan manusia dengan Tuhannya (Allah Swt) serta hubungan manusia dengan manusia. Dan keberadaan Islam mensyariatkan keberadaan iman dan hukum-hukum maqqshid yang lima yang terbangun di atasnya Islam itu sendiri yang terangkum dalam rukun-rukun Islam yang lima yang waji...

Kemerosotan bangsa

Habib Umar pernah menyampaikan: dahulu orang-orang salaf hanya ingin mendengarkan satu hadist qudsi yang berbunyi لا اله الا الله حصني ومن دخل حصني أمن من عذابي

HIJAB DAN WANITA MUSLIMAH

Gambar
Oleh: Rohmatullah Adny Asymuni Sebagai wanita muslimah sejati tak ada kata tawar menawar di dalam menjalankan syariat, apa yang telah Allah wajibkan pada dirinya. Muslimah sejati tak akan pernah protes terhadap apa yang telah Allah wajibkan baginya untuk menutup aurat. Hijab merupakan identitas muslimah sejati. Hijab bukanlah suatu produk manusia, melainkan adalah bentuk ketaatan kepada Sang Penciptanya. Namun dibalik hijab terdapat pesan moral yang sangat berharga.  

MEMBEDAH TAKDIR

Gambar
Sebagai orang mukallaf, wajib hukumnya meyakini dan beriman bahwa takdir (baik & buruk) datangnya dari Allah Swt. Meyakini bahwa seluruh perbuatan manusia adalah atas kehendak (iradah) & takdir Allah sejak azali dan bersamaan dengan ilmunya Allah sebelum terjadinya apa yang Allah takdirkan.

KONTINYU DALAM BERTAUBAT

Gambar
قال سيدي الشيخ عبد الوهاب الشعراني عليك ايها الأخ بالإستقامة في التوبة Sayyidi Syaikh Abdul Wahhab al-Sya'rani dalam al-Minah al-Saniyah menuturkan: 'Hendaknya diri wahai saudaraku selalu istiqamah (kontinyu) dalam bertaubat.