Syaikh Al-Ajfuri dalam kitabnya, Al-Taqlid Asy-Syari’u Al-Ajfuri (83): Bilamana kita perhatikan akan kita jumpai bahwa bertaqlid merupakan tabiat dan kelaziman manusia sebagaimana manusia dengan bayangannya (yang tak akan terpisahkan), tidak mungkin bagi siapapun menanggalkan taqlid dan lari menjauh darinya. Bahkan seorang yang mengkalim dirinya tak bertaqlid dengan siapapun sesungguhnya dalam kenyataannya (faktanya) telah bertaqlid juga, meski mereka tidak bertaqlid pada salah satu Imam yang empat yang sudah masyhur dikalangan umat Islam. sebenarnya mereka telah bertaqlid pada mayoritas orang awam. Logikanya adalah seorang anak pasti bertaqlid pada orang tuanya dalam segala hal termasuk dalam pelaksanaan sholat, misalnya. Tidak mungkin seorang anak melaksanakan sholat tanpa ia melihat bagaimana orang tuanya melaksanakan sholat. Tidak mungkin seorang istri mempraktekkan syiar-syiar Islam kecuali setalah ia bertanya pada suaminya atau pada orang tuanya. Sedikit sekali ...